Minggu, 06 Juni 2010

Korosi Serang Rumah CVT

2010-05-27 22:16:13

rankcase CVT skubek pastinya jauh dari debu, oli dan air. Tapi, tidak dipungkiri ketiga elemen ini bisa bersarang di rumah puli yang rapat dari gangguan. Apalagi kalau pemilik motor kurang peduli, ditambah minim info soal perawatan.
4651crankcase-matic-yudi-1.jpg
Seperti yang baru aja terjadi. Kru Em Plus dapati crankcase CVT di salah satu varian skubek terlihat korosi. Terutama ruang di bagian belakang, tepatnya di bawah girboks. Padahal bagian itu ada lubang pembuangan air bila ada yang mengendap. Dan jika didiamkan, crankcase bisa bolong.

“Konstruksi rumah CVT memang tampak rapat. Tapi air bisa masuk bersama sirkulasi udara selain dari celah bocor. Apalagi tingkat kelembaban udara di Indonesia tinggi mencapai angka 60 persen. Maka jangan heran kalau aluminium atau babet gampang korosi,” terang Ir. Surjaka Andreas, MT dosen jurusan Teknik Mesin Univesitas Gajah Mada Jogja.

Sebagai Insinyur yang membidangi ilmu metalurgi, beliau sarankan untuk lebih sering cek bagian dalam rumah CVT. Meski cuma sebatas lihat kondisi. Sebab, ruang tanpa pelumas dan bersuhu tinggi memungkinkan ada air di dalam.

Paling mudah lihat ada air di crankcase bisa dengan memantau slang pembuangan air di bawah rumah CVT. Jika volume di dalam slang mulai penuh, pasti ada rembesan air di dalam rumah CVT.

“Kalau air mau penuh, copot slang pembuangan di bawah. Kalau mau lebih yakin, sekalin aja cek bagian dalamnya. Mungkin saja sudah penuh debu oli dan air. Sehingga gampang selip, komponen cepat aus dan terjadi korosi,” timpal Aris, mekanik GMC di Jl. Raya Gandul (samping Superindo), Gandul-Depok.

“Merawat skubek jangan cuma mesin aja. Tapi komponen sirkulasi udara di rumah CVT juga perlu pemeriksaan,” wanti Aris.

Penulis/Foto : Kris/Yudi

http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/2093

Sabtu, 05 Juni 2010

Proses Press Body

assalamualaikum wr.wb

salam bikers !

kali ini ane mau jelasin proses pengepressan full body bro :)

pertama tama, cover dilucutin dulu sama roda depan buat press segitiga dulu



udah "telanjang" baru kita press segitiganya bro :)




nah baru kita masukin si motor ke dalam mesin bro :)



abis itu kita mulai pengepressannya :)



wassalamualaikum wr.wb

Selasa, 04 Mei 2010

Press Body Motor




assalamualaikum wr.wb

salam bikers ! udah lama ni ga posting2,hehe sori bro baru sempet nulis lg :)
tim pagi2 udah ada kerjaan yg hrs diselesein aja nih,ga perlu basa basi,langsung hajar mang ! hehe.."pasien" kita yg satu ini abis tabrakan bro,katanya sih gara2 yg ditabraknya ga pake lampu sen pas belok( kalo di laut sih ga pake lampu sen juga gapapa ya kalo belok :P )..kurang lebih 2jam akhirnya motor ini kelar juga..salute to the team !

Rabu, 24 Maret 2010

press body Revo




Assalamualaikum wr.wb

salam bikers semua, hari ini tim dapet kasus yang bisa dibilang berat bro, gimana ngga, liat aja tuh gambar di atas,hehe..penyakitnya sih biasa bro,gara2 tabrakan.kadang2 ane sendiri suka miris klo dapet "pasien" yg kondisi motornya begini, ga kebayang pengemudinya nasibnya gimana, semoga kita dapet pelajaran dari kejadian ini bro..
karena kondisi yang cukup parah,tim berusaha keras mengembalikan tulang leher motor ini semaksimal mungkin ke bentuk semula,berulang kali tim berpikir matang2 dalam mengambil keputusan, untungnya dengan semangat dan konsentrasi penuh, alhamdulillaj tim berhasil menyelesaikan tugas yg tidak mudah ini

wassalamualaikum wr.wb

Selasa, 23 Februari 2010

Atasi Tangki Rembes Air
2010-02-19 21:37:34
Masalah air yang merembes ke dalam tangki kerap dialami pemilik Yamaha Scorpio. Kondisi ini selain bikin karat di dalam tangki, juga jadi penyebab utama sulitnya motor dihidupkan.

Memang kalau diperhatikan tidak ada tanda jalan air yang menyebabkan tangki bisa masuk air. "Biasanya ketika hujan atau mencuci, air merembes ke dalam tangki lewat sela di tutup tangki. Utamanya untuk usia pakai motor di atas 2 tahun," ujar Erik Arianto dari bengkel Pit Bike di Meruya, Jakarta Barat yang kerap menangani masalah ini.

Lantaran kerap dibuka tutup saat mengisi bahan bakar, secara tidak sadar kelamaan kerja per yang menekan tutup tangki jadi lemah. "Solusinya per di dalam tutup tangki yang bertugas menekan karet harus dibuat ideal seperti baru," lanjut mekanik bertubuh gempal ini.

Menurut Erik, enggak usah ganti per bagian dalam tangki, cukup pegas tadi direnggangkan. Per jadi lebih kuat saat menekan karet. "Caranya mudah kok, bisa bongkar sendiri di rumah," saran Pria yang juga aktif di komunitas Scorpio ini.

Mula-mula lepas terlebih dulu tutup tangki dari tangki. Kemudian perhatikan bagian bawah tutup wadah bensin itu. Ada dua buah baut yang bisa dibuka menggunakan obeng kembang. "Oh ya hati-hati membukanya, karena di dalam bagian ini ada pengunci, ring dan per yang mudah tercerai atau mental," ucapnya.

Setelah bagian pengunci diangkat, giliran melepas rumah ring yang menempel dengan karet penutup tangki. Di bagian bawah karet ini ada empat buah per yang harus direnggangkan. "Satu per satu per diambil lantas dengan bantuan tang diatur jarak renggang sewajarnya," lanjut Erik.

Bagian tutup tangki yang tadi diurai bisa langsung dirakit ulang kembali. Caranya, kebalikan dari proses membongkarnya. Jangan lupa sebelum dirakit kembali, bersihkan seluruh bagian tutup tangki dengan cairan penetran untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Kelar deh!

Penulis/Foto : Belo/Endro

http://www.motorplus-online.com/index.php/article/tips

Minggu, 21 Februari 2010

Press Body Jupiter



Assalamualaikum wr.wb

Salam bikers semua ! Kali ini tim ngrejain body Jupiter, kata si empunya sih dia pernah tabrakan trus udah pernah di press di tempat lain cuma hasilnya ga maksimal bro, yauda deh tim ngerjain dengan semaksimal mungkin, hehe
Setelah di analisa oleh tim, ternyata eh ternyata body motor ini ga center..nih ane kasih gambarnya bro..



kurang lebih 2 jam proses pengepressan selesai, si empunya puas, kami lebih puas ! :)

Wassalam wr.wb

Rabu, 17 Februari 2010

Mentok 40 Km/Jam

2010-02-12 21:49:45
Salah satu pemilik Suzuki Spin 125 asal Sudimara, Pinang, Tangerang bingung. Kecepatan skubeknya hanya mentok 40 km/jam. Untuk akselerasi sih cukup lumayan. Artinya mirip motor normal, namun begitu mencapai angka 40 km/jam langsung stagnan. Tidak mau nambah.

Geber mentok 40 km/jam mana tahaaannnn.... Kapan sampainya, Bro? Akhirnya pemilik yang asli Madura itu mendatangi bengkel franchise khusus matik Kawahara cabang Tangerang. Di sana ketemu Arif Ma’rifat dan diskusi sebentar.

Dari hasil diskusi taunya pemilik Spin 125 ini belum lama ganti oli. Namun tidak servis rutin. Juga motor dipakai setiap hari. Namun kondisi mesin masih bagus. Seperti asap knalpot masih bersih dan kompresi masih padat.

Menurut Arif, kejadian seperti ini tidak hanya di Spin. Banyak juga terjadi di skubek lain. Terutama di matik baru yang sudah menggunakan filter basah. Itu lho filter kertas yang dari pabriknya sudah mengandung oli. Lalu apa saja yang bikin skubek tidak mau lari? Berikut penjelasan Arif.

FILTER UDARA KOTOR

Filter alias penyaring udara sangat vital. Bila lama dipakai akan tersumbat kotoran. Meski disemprot angin kompresor, tetap saja partikel kecil sudah kelewat merekat kuat di pori-pori filter. “Meski dibersihkan hanya sebentar berfungsi baik. Nantinya mampet lagi,” jelas Arif.

Ujung-ujungnya udara yang masuk ruang bakar terhambat dan hanya sedikit. Bensin yang terisap udara juga sedikit. Makanya motor tidak mau diajak berlari cepat. Dan pastinya juga bakal jadi lebih boros Makanya dianjurkan Arif, ganti setiap 15.000 km.

KARET VAKUM KARBU KERAS

Ini dia biang kerok kecepatan skubek mentok 40 km/jam. “Kelamaan dipakai, karet vakum karbu jadi keras dan skep tidak bisa terangkat maksimal,” jelas Arif yang berambut cepak itu.

Solusinya tentu harus ganti. Katanya karet karbu khusus Spin 125 yang asli paling mahal Rp 30 ribu. Dipastikan motor akan kembali berlari.

Arif juga mewanti agar tetap awet. “Jika bongkar karbu, jangan masukan karet vakum ke dalam bensin. Bikin keras dan getas,” jelas mekanik yang bermarkas di dekat Pasar Bengkok, Tangerang.

ROLLER PEANG

Roller peyang pasti dialami semua tipe skubek yang menggunakan sistem CVT. Bentuk itu bikin kerja transmisi tidak maksimal dan menimbulkan suara berisik.

Menurut Arif, bagusnya CVT diservis setiap 8.000 km. Sekalian roller dicek untuk memastikannya. “Jika sudah peyang, beratnya berkurang. Akhirnya tidak maksimal menekan puli depan. Dan tak kuat menakan belt. Kalau sudah begitu, kecepatan motor jadi ngedrop,” jelas mekanik ramah dan bersedia diajak diskusi lebih lanjut soal skubek di bengkelnya.

Penulis/Foto : Aong/Endro